Minggu, 11 Agustus 2013

Mlle Pampidou

Il est longtemps que je n'ecris pas ici, alors...

B O N J O U R Mlle. Pampidou, 

Pampidou, pourquoi j'ai choisi ce nom ? Il vient du nom le president francais, Georges Jean Raymond Pompidou. Mais j'ai change un peu le nom. Voila Pampidou !! Et sans raison logique, j'ai choisi Pampidou en tant que nom de mon blog :p Georges Pompidou, il aimait bcp l'art moderne afin d'avoir l'idee de construire Le Centre Pompidou. Par parenthese, bien que je n'ai pas eu la chance de voir ce qu'il y a dedans, je suis fier de prendre la photo devant ce batiment, pour un petit souvenir bien sur !! Il est situe au coeur de Paris. On peut dire c'est un musee national d'art moderne ou il gache nos yeux avec tant de collections d'art moderne et contemporain. Entre tous batiment existant a Paris, je crois que sa construction est un car il ne ressemble vraiment pas aux autres. Regardez donc, le premier chose qu'on remaque, il y a tant de tuyaux a l'arriere du batiment dans des couleurs differents. Tu sais, la construction de ce centre culturel a dure sept ans et plus de 600 architectes ont participé à un concours, Bah c'est formidable, non ? Ce centre sert a beaucoup de choses, on y trouve un immense musee d'art moderne, une biblliotheque tres frequentee, des salles de concert, une salle de cinema, un atelier pour les enfants. J'espère être en mesure de visiter encore ^^

Le soir du nouvel an à Paris


Tanggal 31 Desember, semua stasiun televisi mulai meliput siaran meriah di seluruh dunia. Kembang api di pantai Copacabana (Brasil), countdown raksasa di Times Square (New York) atau Gedung Opera Sydney yang berkilau. Namun tidak halnya dengan Paris, tidak ada perayaan khusus yang direncanakan, tidak ada pertunjukan kembang api meriah menghiasi langit malam kota Paris. 
Meskipun begitu, kota yang dikenal sebagai the city of light telah menjadi magnet pelancong. Paris tetap dipenuhi wisatawan hingga euforia mendekati detik-detik malam pergantian tahun semakin terasa. Tak heran, kendati untuk menikmati malam tahun baru, turis dan warga Perancis harus rela berdesak-desakan. Bahkan saat malam semakin larut, wisatawan semakin antusias memenuhi beberapa titik perayaan. Bukan hanya menara eiffel, di sepanjang jalan l'art de triomphe yang biasanya dipenuhi lalu lalang mobil, kini dipadati lautan manusia. Quel dommage! Tak jarang perayaan tersebut menjadi rusuh lantaran kehuru-haraan sekelompok imigran yang membawa sebotol minuman keras. Untungnya di sisi jalan, polisi Perancis sudah siap berjaga, dan nampaknya, wisatawan tidak begitu peduli dengan aksi anarki imigran. Bahkan segalas champagne menemani malam tahun baru mereka dengan bersulang di tengah keramaian avenue des champs elysees.

        Sore hari di avenue des champs elysees


New year, tanpa  pertunjukan kembang api 
Malam tahun baru di Paris memang tidak semeriah tahun-tahun sebelumnya. Terakhir kali Paris merayakan tahun baru pada tahun 2000.  Dikarenakan krisis ekonomi yang melanda Eropa, biaya pertunjukan kembang api mulai diperhitungkan. Paris tidak main-main dalam budget pertunjukan kembang api, sebesar 500.000 euros dapat dikeluarkan dalam semalam. Melihat biaya yang tidak sedikit, Wali kota Paris nampaknya lebih memfokuskan kota ini pada peringatan kemerdekaan Perancis, yaitu 14 Juli. Meskipun demikian, pemerintah mengakali kekecewaan warga dengan memberikan kado tahun baru, yakni bebas biaya transportasi metro semalaman penuh. Sayangnya, antusias warga dan wisatawan melebihi kapasitas jumlah armada metro yang disediakan, bahkan keamanan pun menjadi topik penting yang seharusnya diperhitungkan.

Kamis, 28 Maret 2013

Ma, just wait me to make you smile again


Mama, mama adalah ibu yang luar biasa buatku. Bangun setiap pagi sebelum kami terbangun, mencuci, membersihkan rumah, dan ketika kami terbangun, sarapan hangat sudah tersaji di meja tempat kita berkumpul. Ketika kami bersiap pergi; sekolah dan berkerja, suara teriakan kami bergumandang di setiap sudut ruangan, "sepatuku mana, kaos kaki papa mana, bekal kami mana", kau menyiapkan dengan sigap... meski dengan omelan kesal. Hhh...tapi kau tetap memberikan semuanya, mengabdikan semua jiwa dan ragamu untuk kami, untuk keluarga kecilmu.

Saat kami semua memulai aktivitas, rumah sepi, tak ada lagi keributan, tak ada lagi teriakan menggerutu. Sejam, dua jam, tak masalah, kau membiarkan kakimu menjelujur di sofa. Istirahat sejenak. Kemudian melanjutkan pengabadianmu. Siang datang, kami masih sibuk dengan rutinitas. Seketika aku teringat pertanyaan yang selalu ingin aku lontarkan, "Seberapa bosan Ma?". Seringkali kau menjawab dengan gerutu.... "Ya bosan, coba kamu bayangin, mama bangun jam 3 subuh dan... lalu... cerita pun berlanjut, dua menit, tiga menit, lima menit, kau tak berhenti bicara. Mmm.. senyumku sambil berucap "Bicara monolog lagi" dan berkata dalam hati "Mama cerewat". Namun ku biarkan mama terus bicara, ku biarkan ia curahkan semua keluh kesah. Aku mengerti mengapa mama pergi dengan ibu-bu tetangga, dari posyandu, pengajian sampai arisan Wara-wiri, dan mama juga paling senang mengajakku ke pasar Mayestik, sekedar membeli kerudung atau bahan kain yang sudah menumpuk di rumah bude Sri, mbak jahit langganan.

Love you mom, 
I love you today , more than yesterday, but not as much as tomorrow


The mother heart's is the child's' schoolroom

Ma, jika aku ditanya mau jadi apa... aku pasti menjawab ingin berkerja seperti mama, ibu rumah tangga, perkerjaan paling mulia selain guru, pekerjaan paling sulit karena membutuhkan kesabaran. Aku tidak tahu apa aku mampu sehebat mama yang membagi waktu dengan baik. 

Doain ya Ma semoga cita-citaku tercapai tanpa mengurangi waktuku bersama keluarga, seperti waktu yang kau berikan sepenuhnya untuk kami. Cita-cita yang dapat menciptakan senyum di bibirmu, cita-cita yang menjadi buah bibir manis di setiap teman-teman dan keluarga, cita-cita yang dari sanalah aku bisa membelikanmu pemberian kecil sebagai balas jasamu yang besar. Just wait a second mom, to make you smile again and again.

Au revoir, Mr. Sandman

Sempurna

Senang, sedih, marah dan gembira. Banyak sekali ekspresi yang Tuhan ciptakan, saya sendiri suka dengan semua ekspresi. Yaa... dibanding tidak merasa apa2. Toh lebih baik marah daripada datar. Senang tidak, sedih pun tidak. Bagi saya mengenal diri sendiri itu lebih sulit dibanding mengenal teman baru. Saya masih belum kenal betul watak dan karakter saya. Padahal saya sudah berumur 22 tahun tapi masih butuh waktu lama untuk mengenal pribadi sendiri. Masih plin-plan. Ibarat layang-layang putus tak tau hendak terbang kemana. Saat berbuat terlalu baik, jadi seperti orang bodoh yang agak naif. Saat berbuat buruk, merasa bersalah berlebihan. 

Saya selalu berpikir mau yang serba sempurna. Teman saya berpendapat : "Tapi mana ada, mana bisa manusia jadi makhluk yang sempurna karena kesempurnaan hanya milik-Nya". Lucu karena di lain sisi saya juga mendengar ungkapan, "Manusia adalah makhluk yang sempurna". 

Sempurna itu saling melengkapi

Coba kita cari sebenarnya apa arti sempurna. Dulu saya selalu berpikir kalau kata sempurna selalu berkaitan dengan hal yang baik-baik saja. Cantik itu sempurna, pintar itu sempurna, rapi pun sempurna. Padahal kalau tidak ada jelek, si cantik tidak akan dijuluki cantik, kalau tidak ada si bodoh, si pintar juga tidak mendapat predikat pintar.

Teringat akan buku yang pernah saya baca. Rumah kita bersih berkat adanya tempat sampah. Jadi berkat ada tempat yang paling kotor maka tercipta ruangan yang paling bersih. 

So, saya tidak mau mencari tahu apa saya baik atau buruk. Jalani dengan jujur. kalau memang niat saya  tulus, pasti akan menghasilkan buah kebaikan. Kalau memang belum sempurna, pasti akan ada seseorang yang menyempurnakan karena sempurna saling melengkapi.

Au revoir, Mr. Sandman.

Senin, 04 Februari 2013

Évanescence


Quand on regarde le ciel et la terre, il faut se dire : " Ils ne sont pas permanents." 
Quand on regarde les montagnes et les rivieres, il faut se dire : " Elles ne sont pas permanents. "
Quand on regarde la figure des etres exterieurs, leur accroissement et leur developpement, il faut se dire : " Rien n'est permanent. " 
Par ces reflexions, on sera amene a obtenir les voies sans retard.

Ketika kita memandang langit dan bumi, ingatlah "Semua itu tidaklah abadi"
Ketika kita melihat gunung dan sungai, ingatlah "Itu semua tidaklah abadi"
Ketika kita melihat penampilan seseorang, ingatlah "Tidak ada yang abadi di dunia ini"
Melalui refleksi tersebut kita akan dibawa untuk menemukan jalan tanpa kata terlambat.

Vivre dans la modestie et on va dire " La vie est belle "


Sabar, ikhlas & terus belajar. Bismilah
Hidup itu indah, sungguh hidup itu indah...
Apa lagi yang kamu takuti ?
Masa lalu yang sudah terlewati?
Atau masa depan yang belum terjadi?
Perasaan was-was, perasaan sedih, perasaan kehilangan bahkan perasaan takut
Rasanya kami begitu hina ya Allah
Tidak bersyukur dengan apa yang telah engkau berikan
Tidak berbagi dengan apa yang telah engkau titipkan
Merasa serba kekurangan, merasa belum puas
Padahal masih banyak orang yang lebih kekurangan... Mereka yang belum makan, mereka yang tidak punya tempat untuk berteduh, mereka yang belajar di redupnya cahaya lampu.
Sedangkan hamba? Hamba kau berikan kesempatan melihat dunia, bertemu dengan orang-orang hebat, melihat indahnya ciptaanmu
Ya allah sungguh hanya engkaulah tempatku mengadu. Maafkan hambamu ini ya Allah, yang masih begitu miskin... miskin ilmu. Yang terkadang tidak bisa menahan emosi. Begitu miskin namun dengan bangganya mengangkat kepala. Sungguh ya Allah hamba malu. Yang menceritakan keburukan orang dengan alasan merasa tersakiti.
Semoga kelak akan ada jawaban dari semua ini. Semoga semua ini adalah awal pembelajaran bagi hamba agar lebih sabar, ikhlas dan terus belajar.

17/01/2013

Kamis, 29 November 2012

Merci à tous


Hari ini, hari ke 74 aku berlabu di La Rochelle
Kota turis dengan hembusan angin pelabuhan
Rasanya waktu berlalu begitu cepat
Satu jam bagai semenit, satu menit bagaikan sedetik

Aku tersenyum terkenang tetesan hujan yang mengalir di jendela pipiku
Seperti kesedihan yang merindukan kehangatan rumah
Ya, memang... karena rasa hangat itu belum hadir
Senyuman pun belum bertengger sempurna di pipiku

La Rochelle, entah sejak kapan ia telah mengahapus jerit tangis hati kecilku
Hari-hari yang kurasa asing, perlahan terkikis dengan canda dan tawa
Keluarga yang dulu hilang, kini hadir bernafaskan kehangatan
Rasanya seperti ratatouille yang baru disajikan, masih hangat...
Dan kini kehangatan itu menyelimuti hari-hariku.
Hari-hari yang baru kurasakan setelah setengah perjalananku di kota ini,
Kota manis penuh kejutan.

Terima kasih...

Rien dans mes memoires qui peuvent remplacer votre accueil chaleureux.

Au revoir Mr. Sandman.



Rabu, 21 November 2012

Un petit poème pour La Rochelle



L a vie était trop belle d’attendre seulement la nuit tombée
A rrêter le temps mémorable pendant une minute

R ien ne m’attire de quitter cette petite ville
O Dieux, donnez-moi la permission de rester ici
C e que je voudrais faire est decouvrir son caractère pittoresque
H iver est arrivé, mais je sens l’été dans mon cœur
E couter le souffle du vent au bord du port
L ire le livre en chantant comme la cigale dans la fable Jean de La Fontaine
L aisser ma chambre ensoleillée avec le climat doux
E t maintenant je me suis rendu compte qu’elle avait déjà volé mon âme



Jumat, 28 September 2012

Proud to be a muslim ^^,


Finally I'm in a small city of France, La Rochelle. I got a chance to participate in student exchanges. It's not for a long time but it's so fabulous that I will be in French until the end of December. In La Rochelle, there are many foreign students. I met students of Spanish, Greek, Australie and Korean, yes Korean!! (  ̑ 3  ̑ ) So happy to be here. La rochelle is a city in western France, like a port city with a lot of boats. The quiet city of La Rochelle began to catch my attention. And now I fell in love with this city.



Well, in this occasion I want to tell my little secret. At first when I had a plan to go to France, I had thought to take off my hijab. I was afraid if I can't adapt there. But some of my friends support me to keep the faith and keep wearing the hijab. I know this is a bad decision. And fortunately I realized when my friend sent me a message on my cell phone :

 "... you should still wear the hijab, be thankful to Allah for blessing his permission you can go to France, not everyone can have this opportunity...".

Thanks Allah, I was in the middle of the nice people and you're still giving me the opportunity to realize it.  After that, I tried to use the hijab. My first, second and third days, I just use a hat or a scarf. Unfortunately my neck is still visible. But one day I feel that this isn't the right way, I spent a lot of time in front of the mirror, just want to have a good appearance!! I tried to use the hijab and I realized that my fears had been exaggerated. So this is the answer : The people in here still friendly and they respect any religion. I really regret for having thought like that, only think about the world and forgetting that my Allah is always with me. And the question that, "Could a women with hijab adapt in France?", it depends on the personality of every person. If we don't start to greet someone, we never be able to communicate with other people. And it's true!! when I was in class, I met a lot of friends, like the Polish, French, Australia, Korean and Chinese. And they remain friendly to me when I talk to them. I'm so ashamed for ever having bad thoughts to others, before I get to know them first. 



Now I'm proud to be a muslim in this city where a women with the hijab is so minority. I will learn again to love my religion more and more. So let's start a better day tomorrow. Keep smiling :)

Au revoir, Mr. Sandman.

Rabu, 19 September 2012

Alohaa Gili Trawangan!!

Bonjour a tous,

Aaaaaaah udah lama bgt ga menyentuh blogger!! Ok menyambung perpostingan dunia persilatan, sebagai anak pantai *padahal cuma bisa kecimpang-kecimpung, saya mau berbagi cerita seputar perjalanan saya di Lombok. Here we go Mr.Sandman.

Disambut ombak yg berlarian, saya harus pasrah basah kuyup di speedboat berdurasi 15 menit. Berasa setengah jam (‾⌣‾"٥) angin dan ombaknya histeris bgt kyk di konser dangdut.   Mas Rum bilang, tour guide sekaligus saudara jauh saya, ini krn kita berangkat agak siang, jadi pak hajinya udh dtg. Pak haji adalah sebutan ombak disana. Hihi sais pas moi, mungkin krn ombak wrn putih, dan  putih identik dengan seragam ala ustad-ustad. Tapi ketika menginjakkan kaki di Gili Trawangan, pemandangan cantik nan elok udah stand by menyambut kami. sooooo magnifique, keyeeeen.


Ala kuch kuch hotahe ~(‾▿‾~) ~(‾▿‾)~ (~‾▿‾)~, saya bersepeda lirik bule2 yang bertebaran di pantai. Yuph, Dibanding penduduk asli, bule-bule lebih dominan berkeliaran disini. Ditemani Miniature, kk saya yg super mini Isrudwita Fearanti, kami membentuk formasi bersepeda bareng saudara saya lainnya. Kring-kriiiing, tak henti2nya saya membunyikan bel sepeda. Berasa jalan pribadi. Saya hampir menabrak bule gendut yg asik bersenandung ditengah jalan. " Excusez-moi, monsieur! " teriak saya sambil melambaikan tangan. But he said "it's ok, you do best" yaaah gagal lagi pencarian saya bertemu bule perancis.hhi kirain sekampung sm kang Napoleon.  

Di pulau ini, segala macam bule berkumpul, dari Inggris, Itali, Australia sampai Perancis. Masa saya harus nyanyi2 lagu nasional perancis, supaya tau mana bule perancis. *hafal juga enggak. Well segala jenis watersport tumpah dipulau ini, saya pilih snorkeling krn jarak antara saya dan hiu-hiu gigi tajam masih relatif jauh....... hhihi bilang aja takut kedalaman. Saya hanya berenang2 di area pantai hijau. dan memang hanya disana tempat yg cukup menyita perhatian saya. Ada banyak ikan2 kecil nan imut dan terumbu karang disana. Berasa lg syuting film Finding Nemo.









Romantis tis tis tis....,kata yg pas untuk pulau ini. Selain pantai, ada pemandangan gunung Rinjani dan lokasi sunset point yg strategis. So para honeymooners bisa semakin so sweet disini!!

And finally, I'm back! Serasa baru pulang dari gurun pasir, wajah langsung belang manisee. Oh nooooo, perjuangan gonta ganti produk muka sirna sudah ‎​(⌣́_⌣̀). But sebanding bgt kok dengan pemandangan di Gili Traawangan dan Lombok.

Take me there again, please!!

Ciao, Mr. Sandman.

Minggu, 03 Juni 2012

Trouver ce que vous voulez faire


안녕하세요 ^^

Je crois que chaque personne a différentes façons d'exprimer leur passion.  Et un moment quand vous faites votre activité préférée,  peut-être vous oubliez tout. Alors sentez vous que le temps s'accélère? Voilà, maintenant, je me sens comme ça. Je peux passer toute la journée devant l'ordinateur portable. Que fais-je? Je joue un desain avec les couleurs, je créé un image avec l'autre image et je suis tombé amoureuse avec des fleurs. Je suis dans la vie en rose quand je fais tout cela. Étant donné je reste trop longtemps devant l'écran, parfois mes yeux se rougissent. Je ne m'inquiète pas. J'ai même oublié de cligner des yeux. C'est seulement la somnolence qui m'arrête (>____<``). Cest ça la vie. Vous serez heureux quand vous faites une chose avec l'amour.
                                      
    

Maintenant ma deuxième passion. Des dramas coréens.. en particulier un drame qui se joue par mon acteur préféré. Qui est-il? Chan... Lee Seung Gi. Mon Dieu, il est très très mignon pour moi (  ̑ 3  ̑ ). J'aime vraiment son personnage dans les drames  My girlfriend is gumiho, Brilliant legacy, et surtout The king 2 hearts. Il est  parfait à mes yeux!! « streeeess »  mon amie m'a dit comme ça. Aaaaah la vie est belle quand vous prenez le temps en fonction de ce que vous aimez.  


작별 인사  ~ 감사합니다

Nona dan wajah kelinci

"Natalie!" Ucap suster Andita memberikan saran. "Karena tinggal di Orphanage, kita beri nama Natalie Orpha!" Tambahnya yang masih kekeuh dengan nama Natalie.  "Ah jangan terlalu bule, kita kan ada di tanah parahyangan, lebih baik nama-nama sunda sajalah, Nini misalnya, Nini Marini artinya cicit yang manis" Ucap suster Marta dengan lugas. " Ah suster tidak seru,  kita beri nama Anabelle saja, seperti nama-nama di negeri dongeng" Suara pelan Mikel dari balik pintu ikut menghiasi ruangan suster Maria.

Suster Maria kemudian tersenyum. Dia adalah kepala yayasan sebuah panti asuhan kristen. Meskipun berkeyakinan kristen, namun suster Maria menjunjung tinggi toleransi. Dia bahkan tidak melarang suster Marta yang 20 tahun silam lalu memilih menjadi mualaf. Ya memang hanya sebuah nama! Sebuah yayasan kristen yang telah tercampur modernisasi. Tidak ada aturan klasik di yayasan "Harapan Asih", yang ada adalah perbedaan itu saling mengasihi, itulah khotbah suster Maria setiap pukul 8 pagi.

"Memangnya selain anak itu, apa lagi yang kau temukan?" Tanya suster Maria dengan kaca mata berpantulkan tulisan. "Hanya ada keranjang dan sepucuk surat, bertuliskan... TITIP. Mungkin ibunya tidak bisa berbahasa Indonesia, singkat sekali isi pesannya!" Jawab suster Marta sambil membolak-balikkan kertas berukuran 20x15cm.

"Jadi suster, kita beri nama apa si rambut ikal ini?" Suara antusias Mikel menerobos masuk, namun tidak sepelan suara sebelumnya.

Suster Maria meletakkan Alkitab-nya di atas meja bundar. Kemudian dia berjalan mendekati suster Marta yang sekarang asik menggendong si pipi merah. "Natalie Orpha Nini Anabelle" Dia terdiam. Semua terdiam, semua bingung dengan ucapan suster Maria. "Yah suster, masa namanya kecampur-campur begitu. Manggilnya apa dong? Tanya Mikel yang tak mau diam. Suster Andita gemas sekali dengan wajah bundar Mikel, bocah laki-laki keturunan sunda asli yang kini dipeluk-nya dari belakang.

"Nona, kita panggil Nona, N untuk Natalie, O untuk Orpha,  N lagi untuk Nini, dan terakhir A ...  Anabelle, semua saran kalian diterima". Semua tersenyum memandang suster Maria, kecuali Mikel yang memang menginginkan nama kebule-bulean. "Yaaah kan dia  berkulit putih, putih sekali seperti gambar putri yang Mikel lihat sebelum tidur", ucap Mikel dalam hati.

Nona tersenyum!! Sekali lagi ia tersenyum. Sepenggal cerita yang sudah didengarnya empat kali telah menimbulkan dua lesung pipit yang bertengger di pipi kanan Nona . Nona jarang tersenyum, hanya bersama suster Marta dengan kisah kecilnya ia ingin tersenyum. Lantas apa yang salah dengan Nona? apa dia pemalu? Apa dia memiliki rahang-rahang kecil sehingga kedua bibirnya kesulitan tersenyum? Entahlah, bahkan Nona tidak begitu peduli! Tidak peduli dengan cibiran-cibirian seperti itu. Cibiran yang sudah ia dengar sejak kakinya terjatuh empat tahun lalu. Terjatuh dan meniggalkan  goresan luka di dengkul kirinya yang mungil.  Baginya hampir semua wajah yang ia lihat berwajahkan kelinci, hanya menunjukkan ekspresi manis di balik wajah kemunafikkan.

"Seperti sekumpulan kelinci bertubuh manusia!!" Ucapnya di balik kekosongan air mata. Itulah mengapa Nona benci sekali dengan kelinci, hewan manis berkuping panjang di balut gumpalan bulu yang menjadi simbol kemunafikan. Begitu manis hingga ia kesulitan menebak wajah mereka. Ya mungkin mereka. Atau ini semua hanyalah sebuah fatamorgana Nona! Bahwa mereka kini sedang menunggunya di barisan paduan suara (...)

Minggu, 15 April 2012


Sepucuk surat dan Nona


Seorang anak perempuan menangis di pangkuan ibunya. Kemudian dia memuntahkan perasaannya, "Takut", itulah jerit tangis yang keluar dari anak perempuan berambut hitam kecokelatan.  Karena merasa lelah, dia diam sejenak,  hanya sejenak, tidak lebih! ketika hendak tertidur, dengan mata setengah terbuka,  ia kembali membuka mata dan mencari ibunya. Belum genap jarum jam menginjakkan kaki di menit ke delapan, sang ibu sudah berlari, berlari dengan alunan langkah air mata, berlari meninggalkan anak yang hanya mengenal rasa takut di balik keranjang tanpa sebuah nama. Anak itu belum genap 6 bulan!! Anak itu belum mengenal panggung sandiwara dan anak itu sendirian di depan pintu bertuliskan... Entahlah, bahkan dia tidak bisa membaca tulisan itu! 


Setelah berteriak-teriak memanggil ibunya, dia kembali lelah, dia lelah dengan permainan yang Tuhan kirimkan untuknya. Pipinya mulai memerah, hampir mengalahkan merah buah tomat yang dimakan ibunya tadi pagi. Rambutnya yang sedikit ikal menutup muka bantal, bantal kecil dengan sepucuk surat. Surat? bahkan anak ini tidak tahu ada sepucuk surat peninggalan ibunya. Sepucuk surat dengan goresan tinta penentu nasib! Lantas apa yang ia tahu? ketakutankah karena matanya belum menemukan jemari hangat yang mengelus pipinya delapan menit lalu? atau perasaan kosong karena sudah lelah menangis? Perlahan dia mulai mengerutkan dahi, menggigit bibir merah mudanya dan memasukkan jemari kecilnya dibalik baju kodok kegemarannya. Tak seorangpun  menyadari kehadiran sebuah keranjang di depan pintu bertuliskan The orphanage. Yah... memang tak satupun suster yang terbangun di sepertiga malam. Seakan hujan turun di padang pasir, anak itu merasa waktu mempermainkan taman bermainnya. Jarum jam kemudian tersenyum dengan langkah yang semakin melambat. Merasa waktu berjalan lambat, dia kembali menutup mata mengantuk. Dan akhirnya si kecil keturunan Irlandia itu dapat melupakan rasa lelahnya walau hanya sesaat. Lantas apa yang dilakukan seorang anak keturunan Irlandia di kota kelahiran Laksamana Laut R.E, Martadinata? Sebuah kota yang terkenal dengan lautan api-nya. Lautan api yang kini menghiasi hatinya yang perlahan menghitam.

Itulah memori menakutkan seorang anak keturunan Irlandia bernama Nona. Seorang gadis berumur 9 tahun 4 bulan. Mungkin 4 bulan atau mungkin lebih! Bahkan dia tidak tahu kapan, dimana dan kenapa dia lahir. Suster Marta yang memperkirakan umurnya. Sembilan tahun lalu di depan pintu menjadi hari perayaan ulang tahunnya! (...)

Rabu, 08 Februari 2012

what a wonderful mission in ur life


Lahir, sekolah, bekerja, menikah dan kembali padaNya. misi apa yang ingin kalian ukir di dalam hidup?? sering kita dilempari pertanyaan, mau jadi apa kelak? dari sd, smp, sma, hingga kuliah, jawabannya masih sama, M panjang yang terlontar, kemudian terucap, "ingin sukses supaya hidup tercukupi dan hidup bahagia", sayangnya sering kali manusia salah mengartikan kata sukses, segala cara digunakan untuk mencapai kata sukses. persaingan, saling sikut, keegoisan dan kata kejam lainnya yang sedang saya kurangi dari pikiran saya. mereka semua sama sekali tidak diperlukan, tidak dibutuhkan bahkan tidak seharusnya dibiarkan tinggal di pikiran kita.

kenapa manusia senang bersaing? ya tentu, termasuk saya. mungkin itu sudah menjadi sifat alami manusia. ingin nilai lebih baik, ingin lulus lebih cepat, pokoknya ingin yang tidak biasa, ingin yang serba luar biasa. pada akhirnya apa yang didapat? kepuasan, kebahagian atau ketenangan? just remember, life's only a temporary station. dimana akan ada kedai teh yang dapat kita singgahi sebelum berangkat ke tujuan akhir. just enjoy ur life. jangan isi hidup ini dengan persaingan apalagi hal buruk. saya juga masih belajar, belajar merangkak, belum bisa berdiri apalagi berjalan. Just wanna to walk together until the right station.

Tidak akan ada yang dirugikan jika semua saling membantu. saling berbagi informasi, saling berbagi pengalaman. tidak akan ada perasaan kehilangan kalau program di otak kita tersetting «We ar only human, we don't have anything, even tubuh yang sedang kita tumpangi juga bukan milik kita»

saya jadi teringat dengan buku yang pernah saya baca, kesimpulannya :

"kita hanyalah manusia yang dipinjami tempat tinggal, pakaian, bahkan pikiran kita pun bukan milik kita, Tuhan begitu baik meminjamkan kehidupan, lantas kenapa manusia begitu pelit? begitu serakah hingga memberikan informasipun tidak mau. padahal tidak akan ada yang kehilangan, karena sejak awal memang tidak punya apa-apa. yang kita punya hanyalah apa yang dapat kita hasilkan, maka berbuat baiklan agar dikenang baik pula"

ketika ada orang yang sukses melalui keserakahannya, hanya keserakahan yang akan dikenang dari orang itu. tetapi ketika ada orang yang senang berbagi bahkan membuat orang lain sukses. perbuatan baik itulah yang akan dibawa bersama koper perjalanan. ketika membantu orang lain, akan ada perasaan unik, sangat unik, yang tidak bisa diungkapkan.

Saya jadi teringat dengan "ketidakadaan". ketika kata itu memberhentikan waktu minum teh, alangkah indahnya jika apa yang kita lakukan selama minum teh akan terkenang manis di gelas pertama, kedua, ketiga dan seterusnya. maka ukirlah perilaku, ucapan dan niat yang indah agar dapat dikenang baik saat kita melangkah ke kereta perjalanan. karena itulah misi indah yang menjadi bekal kita selama perjalanan!!

Selasa, 07 Februari 2012

Bonjour Papua ˆ⌣ˆ

Voila here we are!! Pulau bagian timur kepulauan Indonesia. SO EXOTIC!! One day, Dad asked me if I wanted to visit Papua. Absolutely I say Yes!! I didin't care if I have to miss class two or three days.  I just remembered the vocabulary of the beach, Papua, beach, Papua in my mind !! And I'm so exsited. Well  of course I must bring a laptop to my special homework, MPL! --,--

When the plane landed, the beautiful scenery of the island of Papua pick up my eyes!! My fingers didn't want to stop taking pictures of the beautiful painting of God.  


The next morning we have taken the planning to walk around on the beach but I am still busy with my homework. "Fuih forget it" I said to my self , "Now we are waiting for a beach in the town of Jaya Pura.  Yeay!!
                                              
Papua is not complete without a visit to Base G beach. Hey mom! Can you see, my mom didn't want to take off her shoes. So she only saw me behind the palm trees. Ups :p

Well the papuan people really love to sing, that's why I found many people who sing on the beach . It's like the island music. So enjow the show!! After that we'll see a panorama of Yatofa Bay. Now I'm waiting for coconut ice. Bon appetit :)

Minggu, 18 Desember 2011

Just free ur mind

Mungkin aneh ketika ada seseorang yang menari-nari, bebas, sendiri, di tengah pantai. But it's a great idea that I want to do now. Hanya rasakan apa yang alam ingin katakan. Just close your eyes. Melihat melalui alunan gerak tubuh, merasakan hembusan angin dan mendengar suara ombak yang memeluk bibir pantai. Can u feel it? 

A thin woman with white dress...
It's not long or short dress, so she can dance freely... 
Maybe accompanied by slow down music "kiss the rain" by Yiruma..
Everyone feel what she wants to feel
Rain falls from the sky just to dance with her

For me it's like a definition of AIMER. Can you see it?

Itulah hal yang sedang dia lakukan, menari bebas di sebuah kotak tempat penyimpanan materi. Sebuah kosan kecil di pinggir kota. Desa atau bukan, saya tidak tahu. Yang jelas ini bukan kota, bukan pantai atau padang rumput hijau seperti yang ia bayangkan. Est-ce qu'elle a été piégé dans la prison?? Mais oui sometimes we feel isolated, but it's only in our minds.

Ketika lelah menari, dia mencoba duduk bersimpu di antara kaki-kakinya yang kecil, menggunakan kaos kaki kecil sekecil kakinya. Tidak menggunakan gaun putih seperti yang dia bayangkan, hanya daster merah muda bergambarkan wajah bermata ice cream. Ketika dia menari, rambutnya tidak terurai panjang seperti yang tergambar dipikirannya, dia hanya wanita kecil berambut pendek dengan beberapa helai rambut yang dijepit. Menyisakan anak rambut di atas bahunya. Sambil menari matanya tertutup, namun pikirannya bebas melayang, lebih bebas dibanding saat matanya terbuka.

Menarik nafas sambil membayangkan semua kekacauan kosmik (kesedihan, kepedihan dan kemarahan). Pikirannya terjuntai luas seluas pantai dan seindah senja di ufuk timur. Di keheningan, dia Memeluk mereka semua: kesedihan, kepedihan dan kemarahan. Kemudian menghebuskan nafas sambil Melepas kepergian mereka. Diulangnya lagi, terus dan terus hingga merasa bebas. 

Mungkin dia hanya seorang wanita yang tinggal di dalam kotak di antara rumah-rumah kecil. Tidak semegah rumah-rumah di kota, tapi pikirannya terbebaskan dari penjara kehidupan, berkat kunci perak yang berhasil ia curi dari sosok hitam di balik penjara. Teringat akan sosok Nelson Mandela yang ia kagumi. Melalui inspirator lelaki yang pernah dipenjara selama 27 tahun sebelum menjadi presiden, dia mencoba membayangkan kehidupan bebas diluar garis perbatasan. And feel so free.

Senin, 31 Oktober 2011